Minggu, 17 April 2016

Etika, Estetika dan Peradaban



Etika, Estetika Dan Peradaban

Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos yang berarti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.   Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Macam - macam Etika
A.  Etika Filosofis

Etika filosofis adalah kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. 
Etikamerupakan bagian dari filsafat, karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat. Karena itu, bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat. Berikut akan dijelaskan dua sifat etika:
Non-empiris Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang konkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang konkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala konkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang konkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.


B.  Etika Teologis
       Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis. Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. 
 Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.

Manfaat Etika

  1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral. 
  2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah, sehingga dalam melayani tamu kita tetap dapat yang layak diterima dan ditolak mengambil sikap yang bisa dipertanggungjawabkan. 
  3. Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat. 
  4. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai yang dibawa tamu dan yang telah dianut oleh petugas. 



Estetika
Estetika merupakan ilmu membahas bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana supaya dapat merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. Estetika adalah salah satau cabang afaialasafat yaitu ilmu membahas tentanf nilai suatu keindahan.
             Kata estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan atau taste. Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya.

 Macam-macam Estetika

1. Estetik filsafati (philosophical aesthetics)
     Estetik filsafati adalah estetik yang menelaah sasaran - sasarannya secara filsafati. Estetik filsafati juga seiring disebut dengan estetik tradisionil. Namun ada juga yang menyebutnya sebagai estetik analitis, karena estetik ini untuk membedakan estetik yang empiris atau dipelajari secara ilmiah.

2. Estetik Ilmiah (scientific aesthetics)
     Estetik ilmiah juga sering disebut dengan estetik modern dan tidak lagi merupakan cabang filsafat pada abad 20. Dalam abad ke-19 estetis mengalami perkembangan yang berbeda dari sebelumnya karena pembahasan keindahan secara filsafati sudah dianggap tidak memuaskan karena pengertian keindahan terlalu terbatas dan tidak mencakup seni primitif. Jadi para ilmuwan lebih memilih sasaran yang nyata dalam masyarakat yang dapat dipelajari secara empiris dan ilmiah.

3. Estetik Psikologis (psychilogical aesthetics)
     Seiring dengan berkembangnya zaman, estetika juga dipelajari oleh ahli - ahli psikologi dengan menggunakan metode ilmu - ilmu psikologi. Dengan demikian semakin lama berkembang pengetahuan ilmiah dalam bidang estetik yang menggunakan metode psikologis.

4. Estetik Eksperimentil (experimental aesthetics)
     Estetik eksperimental yaitu estetik berdasarkan penelitian gejala - gejala hayati dengan metode pengukuran, yang biasanya menggunakan metode kuantitatif. Sasaran estetik ini adalah komponen - komponen dasar yang seni yang bisa dicerap dengan panca indra. Penggunaan metode kuantitatif dalam estetik menggunakan pengukuran dan perhitungan untuk menyatakan besarnya nilai keindahan.

5. Estetik Matematis
     Estetik matematis hampir sama halnya dengan estetik eksperimental yang sama - sama menggunakan metode kuantitatif sebagai perhitungannya. Namun, dalam estetik matematis para ilmuwan menggunakan konsep - konsep matematis.


Sifat-sifat dari Keindahan tersebut
  1. Keindahan itu kebenaran (bukan tiruan)
  2. Keindahan itu abadi ( tidak pernah dilupakan) 
  3. Keindahan itu mempunyai daya tarik (memikat perhatian orang,menyenangkan, dan tidak membosankan)
  4. Keindahan itu universal ( tidak terikat dengan selera perseorangan,waktu dan tempat)
  5. Keindahan itu wajar ( tidak berlebihan dan tidak pula kurang ataumenurut apa adanya)
  6. Keindahan itu kenikmatan ( kesenangan yang memberiakan kepuasan)7.




Peradaban
 Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. ": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
           pengertian peradaban juga sering dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat yang maju dan kompleks.

Ciri-ciri Peradaban
  1. Pembangunan suatu kota-kota baru dengan menggunakan tata ruang yang baik, indah, dan juga modern.
  2. Masyarakat yang lebih kompleks dalam berbagai jenis pekerjaan, keahlian, dan juga strata sosial.
  3. Menggunakan Sistem pemerintahan yang tertib dikarenakan terdapat hukum dan juga peraturan.
  4. Berkembangnya bermacam macam ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang lebih maju ialah seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, dan lain-lain.
Faktor yang menyebabkan berubahnya Peradaban
1.  Globalisasi 
2.  Konflik sosial 
3.  Bencana alam 
4.  Perubahan lingkungan alam 
5.  Perdagangan 
6.  Penyebaran agama 
7.  Peperangan

PERUBAHAN PERADABAN DAN PERAN MANUSIA

         Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahan-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik, seperti transportasi, persenjataan, jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan, dan sebagainya. Perubahan budaya berhubungan dengan  perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan, nilai, pengetahuan, ritual, apresiasi seni, dan sebagainya. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya.

        Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya adalah prosesnya harus didesain dengan kesadaran, kesengajaan, kebersamaan, dan komitmen, yang didasarkan atas nilai-nilai kehidupan yang benar. Selanjutnya melalui pendidikanlah, kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. Pendidikan adalah syarat mutlak  berkembangya peradaban. Tanpa pendidikan yang memadai, tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). Dan juga, how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan), dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Oleh karena itu, output pendidikan harus diarahkan menjadi agen  perubahan (agent of change). Di sinilah peran pendidikan, di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa, menjadi amat sangat menentukan.
Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratan-persyaratan tertentu.

Dalam kelompok sosial yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari  berbagai segi diantaranya: ke “arah” mana perubahan dalam masyarakat itu “bergerak” (direction of change)”, yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Perubahan adalah keniscayaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. Peradaban adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan maju. Konsep kebudayaan adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.






Kamis, 14 April 2016

Kiat-kiat Dalam Menghadapi Globalisasi



Kiat-kiat Dalam Menghadapi Globalisasi

Pengertian Globalisasi
Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana bata-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.


Ciri-ciri dari Globalisasi
1.        Pasar dan produksi ekonomi di negara negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional.
2.        Perubahan dalam konstantin ruang dan waktu, maksudnya berkembangnyabarang barang seperti HP, televisi satelit, dan internet yang mempengaruhi proses informasi semakin cepat.
3.        Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa, maksudnya saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.



Cara Menghadapi Globalisasi
1.     Meningkatkan produksi dalam negeri agar dapat bersaing dengan produksi negara negara maju.
2.     Mencintai atau membeli produk dalam negeri sendiri.
3.     Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
4.     Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
5.     Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
6.     Berusaha mengikuti perkembangan iptek.
7.     Menyaring budaya-budaya asing yang masuk ke negara kita harus yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dampak Positive dari Globalisasi
1.                 Perubahan Tata Nilai dan Sikap, adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
2.                 Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
3.                 Tingkat Kehidupan yang lebih Baik, dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
4.                  Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. 
5.                 Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
6.                 Meningkatkan pembangunan negara.

Dampak Negative dari Globalisasi
1.                  Pola Hidup Konsumtif, perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.Sikap Individualistik
2.                 Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
3.                 Gaya Hidup Kebarat-baratan, tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain
4.                  Kesenjangan Sosial, apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.
5.                 Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
6.                 Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri. 

Sekian, Terimakasih.



Sabtu, 06 Februari 2016

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat



A. Pengertian
            Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompokan sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisanmasyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata
Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa:
a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya.
b.individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakat.
     Istilah Startifikasi atau stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan Pelapisan Masyarakat.

   B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial
                 Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan.
Di dalam organisasi masyarakat primitif pun dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hali ini terwujus berbagai bentuk sebagai berikut :
1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban.
2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
4) adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men)
5) adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri.
6) adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.
            Pendapat tradisional tentang masyarakat primitif sebagai masyarakat yang komunitas yanbg tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. Ekonomi primitif bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Jika kita tidak dapat menemukan masyarakat yang berlapis-lapis diantara masyarakat yang primitif, maka lebih tidak mungkin lagi untuk menemukannya didalam masyarakat yang telah lebih maju bervariasi.

C. Terjadinya Pelapisan Sosial :
Terjadinya pelapisan sosial terbagi menjadi 2 yaitu :
- Terjadi dengan sendirinya
     Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masayarakat itu sendiri. Adapun orang-prang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu.
- Terjadi dengan disengaja
     Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat ktia lihat, misalnya didalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dan lain-lain. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem, ialah:
1)  Sistem Fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan haru bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2)  Sistem Skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah keatas.

D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi:
1)      Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan lain baik ke atas maupun kebawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam:
-          Kasta Brahmana
-          Kasta Ksatria
-          Kasta Waisya
-          Kasta Sudra
-          Paria
Sistem stratifikasi sosial yang tertutup biasanya juga kita temui didalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasarkan realisme.
2)      Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada dibawahnya atau naik ke lapisan yang diatasnya. Dalam hubungannya dengan pembangunan masyarakat, sistem pelapisan masyarakat yang terbuka sangat menguntungkan. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain. Dengan demikian orang berusaha untuk mengembangkan segala kecakapannya agar dapat maraih kedudukan yang dicita-citakannya.

E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
            Bentuk konkrit daripada Pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada sementara sarjana yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat hanya berdasar salah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi,atau aspek politik saja, tetapi sementara itu ada pula yang melihatnya melalui berbagai ukuran secara komprehensif. Ada yang membagi pelapisan masayarakat seperti berikut:
1)      Masyarakat terdiri dari kelasa atas (upper class), dan kelas bawah (lower class),
2)      Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (midle class), dan kelas bawah (lower class).
3)      Sementara itu ada pula sering kita dengar: kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class),kelas menengah kebawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

F. Kesamaan Derajat
     Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah tibal balik, artinya orang seorang itu sengaja sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintahan dan negara beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam Undang-undang (konstitusi) sebagai hak dan kewajiban asasi. Untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban ini dengan bebas dari rasa takut perlu adanya jaminan, dan yang mampu memberi jaminan ini adalah pemerintah yang kuat dan berwibawa.
1)      Persamaan Hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang menggangu, karena dimana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.
2)      Persamaan Derajat di Indonesia
Dalam UUD 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secarajelas, Sebagaimana kita ketahui Negara Republik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negaran tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang saama dalam hukum dan pemerintahan, dan ini sebagai f prinsip dari kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan
3) Elite dan Massa
1) Elite
    Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan. Sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikutsertakan. Berbicara masalah elite adalah berbicara masalah pimpinan.
a. Pengertian
    Dalam pengertian yang umum elite itu menujukan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka dibidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
b. Fungsi Elite Dalam Memegang Strategi
    Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan sendiri sebagai satu golongan penting. Memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta andilnya dalam meletakakan dasar-dasar kehidupan pada masa-masa yang akan datang. Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebagai berikut :
a) Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan.
b)Elite ekonomi, militer, diplomatik, dan cendekiawan( mereka yang berkuasa atau
    mempunyai pengaruh didalam bidang itu)
c) Elite agama, filsuf, pendidikan, dan pemuka masyarakat.
d)Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, tokoh film,    olahragawan, dan tokoh hiburan dan sebagainya.

3)      Massa
a)      Isilah massa diperhunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya meraka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, meraka yang menyebar diberbagai tempat, yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperansserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
b)      Hal-hal yang penting dalam massa
Terhadap beberapa hal yang penting sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa:
1) Keanggotaannya berasal daari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang bebeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.
2)   Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih cepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
3)      Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggtoa-anggotanya.
4)      Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatukesatuan seperti halnya/crowd.
c)      Peranan individu-individu di dalam Massa Penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas diberbagai kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat. Itu berarti bahwa object of interest yang menarik perhatian dari mereka yang membentuk massa setempat, dan oleh karena itu objek tidak lagi dibatasi atau diterangkan dalam istilah-istilah understanding atau tertip-tertip setempat.
d)     Masyarakat dan Massa
Dari karateristik yang singkat ini bisa dilihat bahwa massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan. Ia tidak mempunyai organisasi sosial, tidak ada lembaga kebiasaan dan tradisi, tidak memiliki serangkaian aturan-aturan atau ritual, tidak terdapat sentimen-sentimen kelompok terorganisir.
e)      Hakikat dan Perilaku Massa
Timbul pertanyaan, bagaimana massa bertingkah laku. Jawaban berada dalam istilah-istilah dari masing-masing individu yang mencari jawaban menurut kebutuhan sendiri-sendiri. Secara paradoksial, bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas inidividual dan bukan pada tindakan bersama.
f)       Peranan Elite terhadap Massa
Elite sebagai minoritas yang memiliki kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebagai kelompok penentu dan berperan dalam masyarakat diakui secara legal oleh masyarakat pendukungnya.

4)      Pembagian Pendapatan
1)      Komponen Pendapatan
Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu, hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen dilakukan oleh produksi. Pedagang yang melakukan jasa berupa menjual pertanian yang telah dibelinya, dari desa ke kota, akan memperoleh balas jasa berupa: keuntungan, upah karena telah mengangkutnya kekota, bunga modal karena mengikutsertakan modalnya dalam perdagangan.
2)      Perhitungan Pendapatan
Apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah, walaupun hasil yang dapat diperolehnya tetap. Namun demikian, tingkat upah atau sewa tanah itu tidak bergerak bebas naik terus-menerus.
a)      Sewa Tanah
Bunga tanah atau sewa tanah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena ia telah menyewakan tanahnya kepada penggarap. Pendapatan yang diterima tersebut hanya semata karena hak milik dan bukan karena ia ikut serta menyumbang jasanya dalam proses produksi.
b)      Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh bunuh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi. Manurut  David Ricardo, upah ini sebagai harga dari tenaga kerja. Upah yang diterima buruh berupa uang disebut upah nominal tersebut disebut upah rill.

c)      Bunga Modal
Sewa modal atau bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi akan memperbesar hasil produksi.
d)     Laba Pengusahana
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasi faktor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi. Joseph Schumpeter dengan teori keunggulan mengemukakan bahwa pengusaha itu keunggulannya tidak sama, tetapi yang lebih unggul adalah mereka yang berhasil menemukan kombinasi baru seperti metode produksi baru, efisiensi dan daerah penjualan yang baru. Pengusaha yang unggul inilah yang memperoleh laba.

3)      Distribusi Pendapatan
Setelah dilakukan perhitungan pendapatan nasional, maka dapat diketahui kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu negara. Lebih lanjut akan mempermudah perancang perekonomian negara, karena telah diketahui bahan-bahan/keterangan mengenai situasi ekonomi baik secara makro maupun sektoral.
IBX5A7C4817A5BA6