Sabtu, 23 September 2017

Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual



     I.        Sejarah dan Pengertian Desain Komunikasi Visual

Sebelum dikenal dengan sebutan Desain Komunikasi Visual (DKV), bidang ilmu ini lazim disebut desain grafis. Jangkauan desain grafis yang hanya berorientasi pada grafis dwimatra dianggap kurang pas untuk mendefinisikan semakin beragamnya media yang menggunakan komunikasi visual berbasis IT. Istilah DKV muncul ketika desain grafis semakin intensif bersentuhan dengan teknologi digital. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat mempengaruhi tumbuhnya bermacam kebutuhan informasi dan media visual (multimedia) yang memerlukan ketrampilan di bidang komunikasi visual.

Desain grafis saat ini tidak hanya menyangkut unsur-unsur grafis sehingga Supriyono (2010:9) berpendapat bahwa dalambeberapa kasus istilah DKV dianggap lebih dapat menampung perkembangan desain grafis yang semakin luas.  Desain komunikasi visual adalah suatu disiplin ilmu yang bertujuan mempelajari konsep-konsep komunikasi serta ungkapan kreatif melalui berbagai media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual dengan mengelola elemen-elemen grafis yang berupa bentuk dan gambar, tatanan huruf, serta komposisi warna dan layout (tata letak/perwajahan). Dengan demikian gagasan bisa diterima oleh orang atau kelompok yang menjadi sasaran penerima pesan (Kusrianto, 2007:2). Desain komunikasi (communication design) merupakan subdisiplin dari desain yang menitikberatkan pada penyampaian informasi kepada publik melalui media (Supriyono, 2010). Desainer komunikasi visual bekerja berdasarkan design brief yang diarahkan klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri menentukan ukuran, media, warna, teknik dan material. Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur, kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain.

Di Indonesia, Desain grafis dan cabang desain lainnya hadir berkat digalakannya kolonilaisasi. Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engravingdan lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa Barat sedang merayakan romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan peristiwa heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang cantik. Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak langsung kepada rakyat Indonesia. penguasaan teknik cetak pun bukan dari akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen. moving image,display dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantikan istilah desain grafis.

Akhir 1970 dan seterusnya, tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh desainer grafis. Berbeda dengan biro iklan, perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali, S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution). Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan elemen estetis gedung.

Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono, Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah Tirtawidjaja dkk), dll.

Menjelang akhir 1990-an, konsepsi baru seni global yang diberi tajuk postmodernisme yang digalakan sampai sekarang ini membawa arus perubahan dan kebaruan yang radikal dan kritis pada seni rupa Indonesia, tidak terlepas seni grafis. Penyampaian idea yang dimiliki seiman pada karya dituangkan pada media dan material yang dianggap tidak lazim pada masanya. Seperti lahirnya performance art, instalasi, dan media lainnya yang unik dan mengundang kontroversi. Seperti pada Bienalle IX Jogja yang sebagian besar karyanya merayakan kehadiran potmodernisme dengan menjatuhkan pilihan pada instalasi. Meskipun begitu, seniman grafis tetap mencoba memadukan teknik grafis dengan media asing yang dinamai instalasi, sepreti yang dilakukan Marida Nasution pada pameran ‘Taman Plastik’, Tisna Sanjaya dengan instalasinya yang berjudul ‘Seni Grafis dan Sepakbola’, dan beberapa seniman lainnya yang mencoba tetap menyisipkan corak seni grafis yang membentuk proses penciptaan karyanya bersanding dengan arus deras kritisisme postmodernisme.


    II.        Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni


Desain Komunikasi Visual sebagai seni rupa terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum dalam bentuk komunikasi visual. Sedangkan Seni murni merupakan ekspresi jiwa yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya, bukan terhadap fungsi. 

Hal itu lah yang membuat desain komunikasi visual berbeda dengan seni murni. Sebuah karya seni lebih bersifat ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.


  III.        Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual

1.    Layout
Layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan (Graphic Art Encyclopedia, 1992:296).
          Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal data, pagination, marginal allowances, center headings and side head, placement of illustration.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan untuk catatan tepi, pemberian gambar, penempatan garis tepi, penempatan ukuran dan bentuk ilustrasi. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur tertentu menjadi susunan yang baik, sehingga mencapai tujuan.

2.         Tipografi
          Seni memilih huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan (Frank Jefkins, 1997:248)

3.    Ilustrasi
       Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua, yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi (Wirya, 1999:32).

4.      Simbolisme
            Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra, tujuan, jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya. Banyak iklan memiliki elemen-elemen grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi, tetapi juga terdapat muatan grafis yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek, simbol perusahaan, atau ilustrasi produk (Farbey, 1997:91).

5.    Warna
Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik, karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal (Danger, 1992:51).
S
6.  Suara
Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi. Dalam multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua, yaitu suara utama dan suara pendukung. Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung, sedang suara pendukung merupakan suara yang terdapat pada tombol-tombol



Referensi Pustaka
Ni Nyoman Sri Witari, Drs. I Gusti Nyoman Widnyana. 2014. Desain komunikasi Visual. Yokyakarta: Graha Ilmu.



Sabtu, 10 Juni 2017

Kekurangan dari Jualan Online

Kekurangan dari Jualan Online
  1. Teknik marketing yang agak sulit apabila tidak memahami
Meskipn terlihat mudah, namun tetap saja berjualan online membutuhkan bakat dan juga trik khusus dalam aplikasinya. Misalnya saja adalah bagaimana kita mempromosikan toko online kita, baik di media sosial maupun situs e-commerce. Teknik marketing dan penjualan ini bisa dipelajari, namun terkadang cukup sulit untuk dipahami, dan tidak bisa dilakukan secara instan.
  1. Butuh kemauan keras dan ketekunan
Bagi anda yang memiliki semangat juang dan juga ketekunan, serta kemauan yang rendah, ada baiknya anda jangan mencoba berjualan online. meskipun terlhat mudah dalam mengaplikasikannya, namun apabila anda tidak memiliki semangt tingi dalam membangun bisnis toko online, maka bisnis toko online anda tidak akan berjalan dengan mulus.
  1. Sabar dalam menghadapi pelanggan
Kesabaran dalam menghadapi pelanggan juga harus bisa kita latih sebagai penjual toko online. banyak pelanggan yang cerewet dan juga banyak bertanya dan juga banyak melakukan complain, sehingga sangat mengganggu kenyamanan kita sebagai seller.
  1. Rawan akan penipuan
Penipuan merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada sistem jual bel online, baik menggunakan mesia sosial maupun e-commerce.

Sumber: 

Kelebihan Berjualan Online

Kelebihan Berjualan Online
  1. Tidak perlu mengelurkan biaya lebih untuk menyewa toko secara fisik
Kelebihan jualan online yang pertama adalah anda tidak perlu repot-repot memiliki sebuah toko ataupun menyewa toko secara fisik. Ya, toko online anda bisa menggunakan berbagai macam platform dan media yang tersedia di dalam dunia internet. Karena itu, saat ini banyak sekali user yang berjualan online, karena kelebihan dari jualan online yang satu ini, yaitu tidak perlu membayar biaya tambahan untuk menyewa ataupun membeli sebuah toko yang ada secara fisik, yang pasti harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan hanya mengembangkan sebuah toko di dunia maya.
  1. Tidak perlu membayar pajak penjualan ataupun pajak penghasilan dari berjualan online
Saat ini, regulasi mengenai penjualan online masih dibatasi hanya dengan UU ITE saja. Belum ada regulasi mengenai sistem perdagangan yang dilakukan secara online. begitu pula mengenai sistem pembayaran pajak. Karena itu, bagi anda yang merupakan pemain besar alias retail, membuat toko offline merupakan salah satu keuntungan yang sangat penting, karena dari egi pajak, anda tiadk perlu menyetorkan pajak penghasilan anda dari hasil berjualan di toko online tersebut.
  1. Dapat menekan harga, sehingga membuat harga jual menjadi lebih murah
Keuntungan dan juga kelebihan jualan online berikutnya adalah user alias penjual toko online mampu menekan harga, sehingga harga jual sebuah barang di pasaran bisa menjadi lebih kompetitif. Anda bisa menggunakan insting anda dalam berjualan, agar harga dari barang yang anda jual bisa ditekan semaksimal mungkin, namun tetap memberikan keuntungan bagi anda selaku pemilik toko online.
  1. Omzet yang tinggi
Omzet dari penjualan menggunakan pemanfaatan dari toko online juga tergolong tinggi. toko online yang sudah memilik target pasar yang jelas, serta sudah berkembgan, bisa memiliki omzet yang sangat besar, sehingga hal ini akan menyebabkan banyak sekali orang tergiru akan kesuksesan berjualan dengan menggunakan sistem toko online, ataaupun e-commerce. Anda bisa memperoleh omzet 2 hingga 3 kali lipat apabila anda membuka toko online, dibandingkan dengan ketika anda hanya membuka sebuah toko fisik saja yang hanya mengandalkan sistem offline.
Sponsors Link

  1. Cakupan wilayah yang sangat luas
Nah, ini merupakan kelebihan yang sangat hebat, yang bisa kita temui dari berjualan menggunakan toko online. ya, cakupan wilayah yang bisa digapai oleh penjual yang meggunakan sistem toko online sangatlah luas. Tidak hanya cakupan wilayah dalam kota saja, bahkan luar kota, luar pulau dan juga luar Negara pun bisa dicapai. Jadi apabila kita lihat dari segi penjualan, target marketing dan juga target pasar dari produk yang kita jual sangat beraqgam dan juga tentunya sangat luas cakupan wilayahnya.
  1. Gratis
Tentu saja, toko online adalah salah satu bentuk sistem jual beli yang gratis. Meskipun anda juga bisa mengembangkan sendiri toko online secara independen dengan membayar sejumlah dana untuk mengembangkan bisnis dan juga sistem tersebut. Namun, apabila kita berbicara mengenai sistem jual beli toko online di situs e-commerce dan media sosial, maka anda tidak perlu membayar sepeser pun untuk mempromosikan iklan anda di media sosial. Anda bebas membuat banyak username dan juga prduk jualan anda di media sosial ataupun di situs e-commerce.
  1. Tidak perlu membutuhkan banyak modal yang besar dan memberatkan
Modal? Modal yang harus anda miliki hanyalah dua, ketekunan dan juga stok barang saja. Bahkan anda bisa juga berjualan online dengan sistem dropship, yang membuat anda bisa berjualan online tanpa harus melakukan stocking pada barang jualan anda. menarik bukan? Tidak perlu repot dalam mengatur modal, apalagi modal untuk menyewa toko dan juga membangun sebuah toko.
  1. Mudah dalam mengaplikasikan
Aplikasi untuk berjualan online pun sangat mudah. Anda bisa menggunakan smartphone anda dengan mudah. Sudah banyaks ekali smartphone yang mendukung situs – situs jual beli online, e-commerce, dan juga mendukung penggunaan web browser. Anda bisa melakukan itu semua hanya dengan sekali sentuh pada layar smartphone anda, dan keuntungan serta penjualan akan masuk ke dalam rekening anda.
  1. Bisa dilakukan dalam waktu luang dan senggang, sehingga bisa tetap focus pada pendidkan ataupun pekerjaan lain secara real (bukan online)
Enaknya lagi, yang merupakan kelebihan dari jualan online adalah segi waktu yng dibutuhkan. Anda dapat berjualan online di waktu senggang, hal ini karena anda hanya perlu mengecek handphone anda saja untuk melihat pesanan, lalu anda bisa melakukan packing pengiriman barang pada sore hari. Siang harinya, anda bisa bekerja di kantor, kuliah, dan melakukan kegiatan normal anda sehari – hari. Bagi ibu rumah tangga, berjualan online juga merupakan salah satu cara yang tepat untuk menghasilkan tambahan uang dan juga mengisi waktu luang ketika bosan berada di rumah.

Sumber: http://dosenit.com/jaringan-komputer/internet/kelebihan-dan-kekurangan-jualan-online

Alur Penjualan Online

4 ALUR TERJADINYA PENJUALAN SECARA ONLINE

Degan melewati 4 alur ini, maka penjualan Anda akan meledak, akan melejit, akan naik dengan pesat bagaikan roket.

Berikut ini 4 alur terjadinya penjualan :
  1. Mendatangkan pengunjung berkualitas
  2. Merubah pengunjung berkualitas menjadi prospek
  3. Merubah prospek menjadi pelanggan yang puas
  4. Membuat pelanggan yang puas untuk membeli kembali berulang kali atau mereferensikan kepada yang lain.
Sumber:http://idmarketer.blogspot.co.id/2013/09/4-alur-terjadinya-penjualan-secara-online.html

Metode Promosi Online

Berikut ini adalah beberapa metoda promosi secara online :
- 10 besar di search engine seperti google, yahoo, dll
- iklan baris
- iklan banner
- iklan di social media (facebook, twitter, dll)
- iklan di milis (yahoogroups, googlegroups, forum, dll)
- iklan lewat email
- iklan ppc
- iklan adwords
- iklan lewat blog walking
- iklan lewat ezine (ebook gratis, artikel gratis, dll)
- iklan lewat press releas
- menambah link (cara mendapatkan link)
- membeli jasa backlink
- dll

Sumber: http://idmarketer.blogspot.co.id/2013/09/4-alur-terjadinya-penjualan-secara-online.html

Manfaat Penjualan Online

manfaat sistem penjualan online :
1.    tidak perlu membuka banyak kantor cabang dalam hal pemasaran.
2.    mengurangi tingkat pengeluaran bagi pihak produsen
3.    memudahkan para konsumen dalam pembelian suatu barang


Sumber: http://rsasmita.blogspot.co.id/2013/01/definisi-sistem-penjualan-secara-online.html

Definisi Penjualan Online

DEFINISI SISTEM PENJUALAN SECARA ONLINE
Sistem penjualan yang baik saat ini adalah sitem yang berbasiskan pada jaringan. Maksudnya, system penjualan ini bersifat online. Adapun manfaat dari pada system ini bisa dirasakan bagi kedua belah pihak yakni pihak penjual dan pembeli.
Bagi para penjual, menerapkan system seperti ini berarti memangkas pengeluaran yang biasa dikeluarkan dalam system lama. Seperti, jika pada system lama kita harus membuka cabang baru demi melebarkan sayap bisnis kita, tidak dengan system online. Karena dengan system ini penjual dapat memperkenalkan hasil produknya ke halayak melalui suatu web. Dimana setiap orang (konsumen) tidak hanya di satu lokasi bisa mengakses untuk mencari informasi akan barang yang diperlukan, tanpa perlu membuka cabang/kantor pemasaran baru.
Bagi para konsumen, system ini sangatlah membantu. Karena konsumen tidak perlu datang langsung ke lokasi untuk membeli barang yang diinginkan, mengingat kondisi lalu-lintas kota yang cukup ramai yang menyebabkan terlalu banyak waktu yang kita buang dijalan untuk sampai ke lokasi. Maka dengan system penjualan online ini, konsumen bisa mendapatkan barang yang diinginkan cukup dari tempat duduknya.
System penggajian konvensional yang masih berjalan pada perusahaan - perusahaan konvensional mengakibatkan timbul banyaknya permasalahan dimulai dari proses yang lama, aliran data yang rumit, sampai pada tahap terakhir yaitu tahap penyerahan gaji kepada karyawan.

Sumber: http://rsasmita.blogspot.co.id/2013/01/definisi-sistem-penjualan-secara-online.html
IBX5A7C4817A5BA6