Kamis, 22 November 2018

Electronic Data Interchange (EDI)


Electronic Data Interchange (EDI)

A.   Definisi
EDI merupakan kependekan dari Electronic Data Interchange. Dalam EDI ini dibuat berbagai standar pertukaran data dalam pembuatan PO (purchase order), shipping notice, invoice, payment dan lain sebagainya.  Dengan adanya EDI ini maka customer dapat membuat purchase order, di sisi vendor purchase order ini langsung bisa menjadi sales order, pada saat pengiriman shipping notice langsung dikirimkan ke pelanggan. Aplikasi yang ada di pelanggan langsung mengupdate ke dalam aplikasi ERP (Enterprise Resources Planning) mereka.
EDI (Electronic Data Interchange) adalah pertukaran data elektronik yang dilakukan untuk mencapai sistem suatu organisasi. Sedangkan IOS (Information Organisation System), yaitu Sistem yang dilakukan antar organisasi satu dengan yang lainnya.

B.    Manfaat
1.      Manfaat langsung dari pengurangan kesalahan, pengurangan biaya, dan peningkatan efisiensi operasional. Manfaat lain di hasilkan oleh manfaat langsung.
2.      Manfaat tidak langsung dari peningkatan kemampuan bersaing, hubungan dengan mitra dagang yang lebih baik, dan pelayanan pelanggan yang lebih baik..

C.   Kendala
1.      Kendala teknis, yaitu yang berhubungan dengan pentransferan data lewat komputer, fasilitas telepon dan biaya untuk pengadaan perangkat komputer.
2.      Terbatasnya pihak Bank yang memakai program EDI ini.
3.      Belum ada aturan hukum yang mengatur mengenai pemakaian sistem EDI ini.

D.   Kelebihan
1.      Revenue Stream yang baru
2.      Meningkatkan market (exposure)
3.       Menurunkan biaya operational (operational cost)
4.       Memperpendek waktu,automatic
5.       Mengurangi informasi data yang mengembang
6.       Meningkatkan supplier management
7.       Melebarkan jangkawan (global reach)
8.       Meningkatkan customer loyality (customer service)
9.       Meningkatkan value chain

E.    Kekurangan
1.      implementasinya yang sangat spesifik dan tertutup sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


Sumber:
https://anggiramadhan86.wordpress.com/tugas-sistem-informasi/electronic-data-interchange/

Cloud Computing


Cloud Computing



A.   Definisi
Secara umum menurut para ahli menyatakan, bahwa definisi dari Cloud computing ini adalah gabungan dari semua pemanfaatan teknologi komputer dan aplikasi yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

B.    Manfaat
1.      Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Manfaat Cloud Computing yang pertama adalah dapat memudahkan penggunanya dalam menyimpan data secara terpusat di salah satu server berdasaarkan layanan yang disediakan oleh layanan Cloud Computing itu sendiri, dengan kata lain dengan menggunakan Cloud Computing maka secara otomatis semua data termasuk file, dokumen dan aplikasi yang digunakan secara otomatis tersimpan di server secara terpusat dengan menggunakan storage file.

2.      Menjamin Keamanan Data Penggunanya.
Selain mampu menyimpan data dalam satu server secara terpusat, manfaat lain yang dimiliki oleh Cloud Computing adalah mampu menjami keamanan data penggunanya,  perlu anda ketahui bahwa Cloud Computing menjamin Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan baik dan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dan lain lain, nah oleh sebab itu jika anda ingin memiliki sebuah layanan yang menjamin keamanan data penggunanya maka tidak ada salahnya jika anda menggunakan Cloud Computing ini.

3.      Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Manfaat Cloud Computing yang selanjutnya adalah menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, saat menggunakan cloud computing maka fleksibilitas dan skalabitlitas catatan penggunanya dapat terjamin, selain itu juga dengan menggunakan cloud computing maka anda tidak perlu meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data, dengan kata lain semua file dan dokumen yang anda miliki akan secara otomatis tersimpan dalam database cloud computing tersebut.

4.      Memberikan Jaminan Investasi Jangka Panjang
Manfaat Cloud Computing yang terakhir adalah Memberikan Jaminan Investasi Jangka Panjang, Pasalnya saat anda menggunakan layanan cloud computing ini maka seluruh biaya seperti penggunaan hardisk, infrastruktur dan juga software lain dapat berkurang, hal ini dikarenakan cloud computing sudah mencakup semua penggunaan yang dibutuhkan oleh penggunanya.


C.   Kelebihan
1.      Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya,
2.      Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas,
3.      Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi,
4.      Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet,
5.      Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat


D.   Kekurangan
1.      service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi,data protection dan data recovery,
2.      privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama,
3.      compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan olehuser,
4.      data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
5.      data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antarcloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.



Sumber:


Rabu, 03 Oktober 2018

Search Engine Optimization


Search Engine Optimization

A)   Apa itu SEO (Search Engine Optimization)?
Optimisasi mesin pencari atau Search Engine Optimization, biasa disingkat "SEO" adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritme mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

B)   Apa tujuan digunakannya SEO?
Tujuan Dasar SEO terkait dengan posisi atau peringkat/ranking yaitu meningkatkan posisi/ranking/peringkat situs web atau halaman web Anda di halaman hasil pencarian mesin pencari (SERP). Mohon diingat bahwa tujuan dasar ini diturunkan dari definisi apa itu SEO di Wikipedia bahasa Inggris.
Pencapaian ranking terbaik diupayakan dengan jalan membuat isi situs web dan halaman-halaman web yang relevan, unik, dan berkualitas serta dengan meningkatkan popularitas situs dan halaman-halaman web Anda dengan cara mendapatkan rekomendasi berupa tautan (link) yang berkualitas juga dari situs-situs web luar yang relavan, unik namun dalam bidang yang sama (relevan) dengan situs web Anda, berasal dari halaman yang kontekstual, dan berkualitas.

C)   Manfaat dari SEO
1.      Konversi Umum
1)      Meningkatnya popularitas dan otoritas situs web Anda sehingga mudah dijangkau oleh calon audience, pengguna informasi, atau konsumen produk/jasa yang Anda targetkan.
2)      Meningkatnya otoritas, brand, dan kepercayaan konsumen atau komunitas terhadap perusahaan, professional, atau personal Anda, sehingga situs Anda menjadi acuan atau referensi di bidangnya (dengan syarat situs Anda memiliki isi yang unik, bagus, dan berotoritas / authorized contents).
2.      Konversi Utama
1)      Akibat konversi umum di atas, maka terjadilah konversi mikro seperti kembalinya pengunjung ke situs Anda, waktu kunjungan yang relatif lebih lama, dan interaksi lainnya yang menyatakan penilaian positif pengunjung situs kepada situs web Anda.
2)      Akibat konversi mikro di atas, maka tingkat pencapaian objektif utama situs web Anda juga akan meningkat. Inilah yang disebut dengan konversi makro: misalnya meningkatnya transaksi penjualan jika situs Anda berkategori situs komersial misalnya toko online atau agen perjalanan wisata, meningkatnya jumlah pengunjung harian jika situs Anda adalah situs berita, meningkatnya jumlah pelanggan artikel terbaru jika situs Anda adalah situs produk informasi terkait industri atau bidang tertentu, dan seterusnya.

D)  Manfaat lain dari SEO dalam Bisnis Online
1.  Mendatangkan Trafik Potensial ke Website Bisnis
2.  Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda
3.  Mendapatkan Data Customer Anda dengan Gratis

Sumber:
https://semseomanagement.com/apa-itu-seo/
https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari
https://www.maxmanroe.com/apa-itu-seo.html


E-Commerce dan E-Business


E-Commerce dan E-Business

A.   E-Commerce
a)    Apa itu E-Commerce?
E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce, yang secara singkat dapat didefinisikan sebagai mekanisme transaksi jual dan beli dengan menggunakan fasilitas internet sebagai media komunikasi. Dalam pengertian yang lain, e-commerce dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan usaha perdagangan yang sebagian atau seluruhnya menggunakan media internet sebagai media komunikasinya. Disebutkan sebagian atau seluruhnya karena kegiatan e-commerce sangat beragam. Ada yang menggunakan internet sebagai media kegiatan perdagangan mulai dari proses produksi, iklan, penjualan, pembayaran, pengiriman, dan pencatatan.

b)    Bagaimana cara kerja E-Commerce?
1.      Platform E Commerce dan CMS (Content Management System)
Memilih platform e commerce yang terbaik adalah hal yang cukup penting untuk mengelola toko online kamu. Biasanya toko online yang professional tidak hanya memiliki nama toko dengan halaman produk, tetapi juga memiliki beberapa halaman tentang perusahaan, halaman kontak, bagian blog, sumber berita, atau halaman lainnya. Ketika kamu memilih platform e commerce untuk toko online kamu, maka kamu juga harus memilih CMS untuk situs web kamu yang sesuai dengan kebutuhan mu.
2.      Opsi Produk
Untuk menampilkan produk dari toko online mu maka ada beberapa pilihan yang sederhana/tidak bervariasi dan ada juga yang bervariasi. Penting untuk menampilkan foto, harga, dan keterangan lengkap sehingga calon customer dapat menemukan apa yang mereka cari dengan cepat.
3.      Akses Chekout dan Keranjang Satu Halaman
Penting bagi kamu agar melakukan checkout  secepat dan semudah mungkin untuk menggunakan opsi checkout satu halaman dan juga memastikan bahwa pembeli dapat melihat jumlah keranjang dan cantuman produk mereka setiap saat serta checkout dari halaman manapun.
4.      Pajak dan Pengiriman
Pengaturan e commerce yang harus kamu siapkan memang banyak yah tapi pajak dan pengiriman adalah juga kebutuhan
5.      Gateway Pembayaran
Gateway pembayaran yaitu penyedia layanan e niaga yang memproses pembayaran dan menyalurkan uang ke pedagang, Contohnya seperti Paypal, Briva (untuk bank tertentu), dll.
6.      Akun Pedagang
Akun pedagang yang dimaksudkan disini untuk mengumpulkan dana dari bank pelanggan kamu dan menyimpan dana ke akun kamu secara otomatis
7.      Kepatuhan Keamanan
Menyadari tanggung jawab masing-masing akan kepatuhan keamanan

c)     Contoh E-Commerce
1.      Belanja Online (Lazada, Zalora, Tokopedia, dll)
2.      Pembayaran Elektronik (Rekber)
3.      Lelang Online (Ebay, dll)
4.      Internet Banking (Ibanking BRI, Ibanking BCA, dll)
5.      Tiket Online (Traveloka, dll)

B.    E-Business
a)    Apa itu E-Business?
E-business (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, 'e-bisnis' tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.

b)    Bagaimana bentuk hubungan E-Business?
Terdapat lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya :
1.      Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis)
2.      Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan konsumen)
3.      Consumer to Consumer (perdagangan antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain)
4.      Consumer to Business (perdagangan antar konsumen dengan pelaku bisnis atau perusahaan)
5.      Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan informasi.

c)     Apa Manfaat dan Kegunaan E-Business?
Manfaat dan kegunaan dari e-business diantaranya adalah untuk :
1.      Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
2.      Efisien dan Efektif
3.      Peningkatan produktivitas dan keutungan

d)    Apa Alat dan Media yang digunakan dalam E-Business?
Alat dan media atau sumber yang digunakan dalam e-bisnis adalah :
1.      Teknologi informasi dan komunikasi
2.      Komputer
3.      Internet

e)     Kegiatan sasaran dari E-Business
1.      Kegiatan bisnis
2.      Proses bisnis utama
3.      Pembelian, penjualan, pelayanan, transaksi.

f)       Siapa pelaku E-Business?
1.      Perusahaan
2.      Konsumen
3.      Perusahaan
4.      Supllier
5.      Rekan bisnis


Sumber:


Selasa, 02 Januari 2018

Kemasan Roti

Contoh Kemasan Roti


Tampak dari Atas


Tampak dari Depan


Tampak dari Samping Kanan


Tampak dari Samping Kiri

Sabtu, 23 September 2017

Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual



     I.        Sejarah dan Pengertian Desain Komunikasi Visual

Sebelum dikenal dengan sebutan Desain Komunikasi Visual (DKV), bidang ilmu ini lazim disebut desain grafis. Jangkauan desain grafis yang hanya berorientasi pada grafis dwimatra dianggap kurang pas untuk mendefinisikan semakin beragamnya media yang menggunakan komunikasi visual berbasis IT. Istilah DKV muncul ketika desain grafis semakin intensif bersentuhan dengan teknologi digital. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat mempengaruhi tumbuhnya bermacam kebutuhan informasi dan media visual (multimedia) yang memerlukan ketrampilan di bidang komunikasi visual.

Desain grafis saat ini tidak hanya menyangkut unsur-unsur grafis sehingga Supriyono (2010:9) berpendapat bahwa dalambeberapa kasus istilah DKV dianggap lebih dapat menampung perkembangan desain grafis yang semakin luas.  Desain komunikasi visual adalah suatu disiplin ilmu yang bertujuan mempelajari konsep-konsep komunikasi serta ungkapan kreatif melalui berbagai media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual dengan mengelola elemen-elemen grafis yang berupa bentuk dan gambar, tatanan huruf, serta komposisi warna dan layout (tata letak/perwajahan). Dengan demikian gagasan bisa diterima oleh orang atau kelompok yang menjadi sasaran penerima pesan (Kusrianto, 2007:2). Desain komunikasi (communication design) merupakan subdisiplin dari desain yang menitikberatkan pada penyampaian informasi kepada publik melalui media (Supriyono, 2010). Desainer komunikasi visual bekerja berdasarkan design brief yang diarahkan klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri menentukan ukuran, media, warna, teknik dan material. Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur, kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain.

Di Indonesia, Desain grafis dan cabang desain lainnya hadir berkat digalakannya kolonilaisasi. Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engravingdan lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa Barat sedang merayakan romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan peristiwa heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang cantik. Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak langsung kepada rakyat Indonesia. penguasaan teknik cetak pun bukan dari akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen. moving image,display dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantikan istilah desain grafis.

Akhir 1970 dan seterusnya, tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh desainer grafis. Berbeda dengan biro iklan, perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali, S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution). Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan elemen estetis gedung.

Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono, Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah Tirtawidjaja dkk), dll.

Menjelang akhir 1990-an, konsepsi baru seni global yang diberi tajuk postmodernisme yang digalakan sampai sekarang ini membawa arus perubahan dan kebaruan yang radikal dan kritis pada seni rupa Indonesia, tidak terlepas seni grafis. Penyampaian idea yang dimiliki seiman pada karya dituangkan pada media dan material yang dianggap tidak lazim pada masanya. Seperti lahirnya performance art, instalasi, dan media lainnya yang unik dan mengundang kontroversi. Seperti pada Bienalle IX Jogja yang sebagian besar karyanya merayakan kehadiran potmodernisme dengan menjatuhkan pilihan pada instalasi. Meskipun begitu, seniman grafis tetap mencoba memadukan teknik grafis dengan media asing yang dinamai instalasi, sepreti yang dilakukan Marida Nasution pada pameran ‘Taman Plastik’, Tisna Sanjaya dengan instalasinya yang berjudul ‘Seni Grafis dan Sepakbola’, dan beberapa seniman lainnya yang mencoba tetap menyisipkan corak seni grafis yang membentuk proses penciptaan karyanya bersanding dengan arus deras kritisisme postmodernisme.


    II.        Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni


Desain Komunikasi Visual sebagai seni rupa terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum dalam bentuk komunikasi visual. Sedangkan Seni murni merupakan ekspresi jiwa yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya, bukan terhadap fungsi. 

Hal itu lah yang membuat desain komunikasi visual berbeda dengan seni murni. Sebuah karya seni lebih bersifat ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.


  III.        Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual

1.    Layout
Layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan (Graphic Art Encyclopedia, 1992:296).
          Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal data, pagination, marginal allowances, center headings and side head, placement of illustration.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan untuk catatan tepi, pemberian gambar, penempatan garis tepi, penempatan ukuran dan bentuk ilustrasi. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur tertentu menjadi susunan yang baik, sehingga mencapai tujuan.

2.         Tipografi
          Seni memilih huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan (Frank Jefkins, 1997:248)

3.    Ilustrasi
       Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua, yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi (Wirya, 1999:32).

4.      Simbolisme
            Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra, tujuan, jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya. Banyak iklan memiliki elemen-elemen grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi, tetapi juga terdapat muatan grafis yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek, simbol perusahaan, atau ilustrasi produk (Farbey, 1997:91).

5.    Warna
Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik, karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal (Danger, 1992:51).
S
6.  Suara
Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi. Dalam multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua, yaitu suara utama dan suara pendukung. Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung, sedang suara pendukung merupakan suara yang terdapat pada tombol-tombol



Referensi Pustaka
Ni Nyoman Sri Witari, Drs. I Gusti Nyoman Widnyana. 2014. Desain komunikasi Visual. Yokyakarta: Graha Ilmu.



IBX5A7C4817A5BA6