Rabu, 03 Oktober 2018

Search Engine Optimization


Search Engine Optimization

A)   Apa itu SEO (Search Engine Optimization)?
Optimisasi mesin pencari atau Search Engine Optimization, biasa disingkat "SEO" adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritme mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

B)   Apa tujuan digunakannya SEO?
Tujuan Dasar SEO terkait dengan posisi atau peringkat/ranking yaitu meningkatkan posisi/ranking/peringkat situs web atau halaman web Anda di halaman hasil pencarian mesin pencari (SERP). Mohon diingat bahwa tujuan dasar ini diturunkan dari definisi apa itu SEO di Wikipedia bahasa Inggris.
Pencapaian ranking terbaik diupayakan dengan jalan membuat isi situs web dan halaman-halaman web yang relevan, unik, dan berkualitas serta dengan meningkatkan popularitas situs dan halaman-halaman web Anda dengan cara mendapatkan rekomendasi berupa tautan (link) yang berkualitas juga dari situs-situs web luar yang relavan, unik namun dalam bidang yang sama (relevan) dengan situs web Anda, berasal dari halaman yang kontekstual, dan berkualitas.

C)   Manfaat dari SEO
1.      Konversi Umum
1)      Meningkatnya popularitas dan otoritas situs web Anda sehingga mudah dijangkau oleh calon audience, pengguna informasi, atau konsumen produk/jasa yang Anda targetkan.
2)      Meningkatnya otoritas, brand, dan kepercayaan konsumen atau komunitas terhadap perusahaan, professional, atau personal Anda, sehingga situs Anda menjadi acuan atau referensi di bidangnya (dengan syarat situs Anda memiliki isi yang unik, bagus, dan berotoritas / authorized contents).
2.      Konversi Utama
1)      Akibat konversi umum di atas, maka terjadilah konversi mikro seperti kembalinya pengunjung ke situs Anda, waktu kunjungan yang relatif lebih lama, dan interaksi lainnya yang menyatakan penilaian positif pengunjung situs kepada situs web Anda.
2)      Akibat konversi mikro di atas, maka tingkat pencapaian objektif utama situs web Anda juga akan meningkat. Inilah yang disebut dengan konversi makro: misalnya meningkatnya transaksi penjualan jika situs Anda berkategori situs komersial misalnya toko online atau agen perjalanan wisata, meningkatnya jumlah pengunjung harian jika situs Anda adalah situs berita, meningkatnya jumlah pelanggan artikel terbaru jika situs Anda adalah situs produk informasi terkait industri atau bidang tertentu, dan seterusnya.

D)  Manfaat lain dari SEO dalam Bisnis Online
1.  Mendatangkan Trafik Potensial ke Website Bisnis
2.  Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda
3.  Mendapatkan Data Customer Anda dengan Gratis

Sumber:
https://semseomanagement.com/apa-itu-seo/
https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari
https://www.maxmanroe.com/apa-itu-seo.html


E-Commerce dan E-Business


E-Commerce dan E-Business

A.   E-Commerce
a)    Apa itu E-Commerce?
E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce, yang secara singkat dapat didefinisikan sebagai mekanisme transaksi jual dan beli dengan menggunakan fasilitas internet sebagai media komunikasi. Dalam pengertian yang lain, e-commerce dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan usaha perdagangan yang sebagian atau seluruhnya menggunakan media internet sebagai media komunikasinya. Disebutkan sebagian atau seluruhnya karena kegiatan e-commerce sangat beragam. Ada yang menggunakan internet sebagai media kegiatan perdagangan mulai dari proses produksi, iklan, penjualan, pembayaran, pengiriman, dan pencatatan.

b)    Bagaimana cara kerja E-Commerce?
1.      Platform E Commerce dan CMS (Content Management System)
Memilih platform e commerce yang terbaik adalah hal yang cukup penting untuk mengelola toko online kamu. Biasanya toko online yang professional tidak hanya memiliki nama toko dengan halaman produk, tetapi juga memiliki beberapa halaman tentang perusahaan, halaman kontak, bagian blog, sumber berita, atau halaman lainnya. Ketika kamu memilih platform e commerce untuk toko online kamu, maka kamu juga harus memilih CMS untuk situs web kamu yang sesuai dengan kebutuhan mu.
2.      Opsi Produk
Untuk menampilkan produk dari toko online mu maka ada beberapa pilihan yang sederhana/tidak bervariasi dan ada juga yang bervariasi. Penting untuk menampilkan foto, harga, dan keterangan lengkap sehingga calon customer dapat menemukan apa yang mereka cari dengan cepat.
3.      Akses Chekout dan Keranjang Satu Halaman
Penting bagi kamu agar melakukan checkout  secepat dan semudah mungkin untuk menggunakan opsi checkout satu halaman dan juga memastikan bahwa pembeli dapat melihat jumlah keranjang dan cantuman produk mereka setiap saat serta checkout dari halaman manapun.
4.      Pajak dan Pengiriman
Pengaturan e commerce yang harus kamu siapkan memang banyak yah tapi pajak dan pengiriman adalah juga kebutuhan
5.      Gateway Pembayaran
Gateway pembayaran yaitu penyedia layanan e niaga yang memproses pembayaran dan menyalurkan uang ke pedagang, Contohnya seperti Paypal, Briva (untuk bank tertentu), dll.
6.      Akun Pedagang
Akun pedagang yang dimaksudkan disini untuk mengumpulkan dana dari bank pelanggan kamu dan menyimpan dana ke akun kamu secara otomatis
7.      Kepatuhan Keamanan
Menyadari tanggung jawab masing-masing akan kepatuhan keamanan

c)     Contoh E-Commerce
1.      Belanja Online (Lazada, Zalora, Tokopedia, dll)
2.      Pembayaran Elektronik (Rekber)
3.      Lelang Online (Ebay, dll)
4.      Internet Banking (Ibanking BRI, Ibanking BCA, dll)
5.      Tiket Online (Traveloka, dll)

B.    E-Business
a)    Apa itu E-Business?
E-business (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, 'e-bisnis' tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.

b)    Bagaimana bentuk hubungan E-Business?
Terdapat lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya :
1.      Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis)
2.      Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan konsumen)
3.      Consumer to Consumer (perdagangan antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain)
4.      Consumer to Business (perdagangan antar konsumen dengan pelaku bisnis atau perusahaan)
5.      Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan informasi.

c)     Apa Manfaat dan Kegunaan E-Business?
Manfaat dan kegunaan dari e-business diantaranya adalah untuk :
1.      Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
2.      Efisien dan Efektif
3.      Peningkatan produktivitas dan keutungan

d)    Apa Alat dan Media yang digunakan dalam E-Business?
Alat dan media atau sumber yang digunakan dalam e-bisnis adalah :
1.      Teknologi informasi dan komunikasi
2.      Komputer
3.      Internet

e)     Kegiatan sasaran dari E-Business
1.      Kegiatan bisnis
2.      Proses bisnis utama
3.      Pembelian, penjualan, pelayanan, transaksi.

f)       Siapa pelaku E-Business?
1.      Perusahaan
2.      Konsumen
3.      Perusahaan
4.      Supllier
5.      Rekan bisnis


Sumber:


Selasa, 02 Januari 2018

Kemasan Roti

Contoh Kemasan Roti


Tampak dari Atas


Tampak dari Depan


Tampak dari Samping Kanan


Tampak dari Samping Kiri

Sabtu, 23 September 2017

Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual



     I.        Sejarah dan Pengertian Desain Komunikasi Visual

Sebelum dikenal dengan sebutan Desain Komunikasi Visual (DKV), bidang ilmu ini lazim disebut desain grafis. Jangkauan desain grafis yang hanya berorientasi pada grafis dwimatra dianggap kurang pas untuk mendefinisikan semakin beragamnya media yang menggunakan komunikasi visual berbasis IT. Istilah DKV muncul ketika desain grafis semakin intensif bersentuhan dengan teknologi digital. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat mempengaruhi tumbuhnya bermacam kebutuhan informasi dan media visual (multimedia) yang memerlukan ketrampilan di bidang komunikasi visual.

Desain grafis saat ini tidak hanya menyangkut unsur-unsur grafis sehingga Supriyono (2010:9) berpendapat bahwa dalambeberapa kasus istilah DKV dianggap lebih dapat menampung perkembangan desain grafis yang semakin luas.  Desain komunikasi visual adalah suatu disiplin ilmu yang bertujuan mempelajari konsep-konsep komunikasi serta ungkapan kreatif melalui berbagai media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual dengan mengelola elemen-elemen grafis yang berupa bentuk dan gambar, tatanan huruf, serta komposisi warna dan layout (tata letak/perwajahan). Dengan demikian gagasan bisa diterima oleh orang atau kelompok yang menjadi sasaran penerima pesan (Kusrianto, 2007:2). Desain komunikasi (communication design) merupakan subdisiplin dari desain yang menitikberatkan pada penyampaian informasi kepada publik melalui media (Supriyono, 2010). Desainer komunikasi visual bekerja berdasarkan design brief yang diarahkan klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri menentukan ukuran, media, warna, teknik dan material. Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur, kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain.

Di Indonesia, Desain grafis dan cabang desain lainnya hadir berkat digalakannya kolonilaisasi. Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engravingdan lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa Barat sedang merayakan romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan peristiwa heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang cantik. Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak langsung kepada rakyat Indonesia. penguasaan teknik cetak pun bukan dari akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen. moving image,display dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantikan istilah desain grafis.

Akhir 1970 dan seterusnya, tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh desainer grafis. Berbeda dengan biro iklan, perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali, S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution). Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan elemen estetis gedung.

Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono, Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah Tirtawidjaja dkk), dll.

Menjelang akhir 1990-an, konsepsi baru seni global yang diberi tajuk postmodernisme yang digalakan sampai sekarang ini membawa arus perubahan dan kebaruan yang radikal dan kritis pada seni rupa Indonesia, tidak terlepas seni grafis. Penyampaian idea yang dimiliki seiman pada karya dituangkan pada media dan material yang dianggap tidak lazim pada masanya. Seperti lahirnya performance art, instalasi, dan media lainnya yang unik dan mengundang kontroversi. Seperti pada Bienalle IX Jogja yang sebagian besar karyanya merayakan kehadiran potmodernisme dengan menjatuhkan pilihan pada instalasi. Meskipun begitu, seniman grafis tetap mencoba memadukan teknik grafis dengan media asing yang dinamai instalasi, sepreti yang dilakukan Marida Nasution pada pameran ‘Taman Plastik’, Tisna Sanjaya dengan instalasinya yang berjudul ‘Seni Grafis dan Sepakbola’, dan beberapa seniman lainnya yang mencoba tetap menyisipkan corak seni grafis yang membentuk proses penciptaan karyanya bersanding dengan arus deras kritisisme postmodernisme.


    II.        Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni


Desain Komunikasi Visual sebagai seni rupa terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum dalam bentuk komunikasi visual. Sedangkan Seni murni merupakan ekspresi jiwa yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya, bukan terhadap fungsi. 

Hal itu lah yang membuat desain komunikasi visual berbeda dengan seni murni. Sebuah karya seni lebih bersifat ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.


  III.        Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual

1.    Layout
Layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan (Graphic Art Encyclopedia, 1992:296).
          Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa: “Layout includes directions for marginal data, pagination, marginal allowances, center headings and side head, placement of illustration.” Layout juga meliputi semua bentuk penempatan dan pengaturan untuk catatan tepi, pemberian gambar, penempatan garis tepi, penempatan ukuran dan bentuk ilustrasi. Menurut Smith (1985) dalam Sutopo (2002:174) mengatakan bahwa proses mengatur hal atau pembuatan layout adalah merangkaikan unsur tertentu menjadi susunan yang baik, sehingga mencapai tujuan.

2.         Tipografi
          Seni memilih huruf, dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkannya dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan kemenarikan, dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan (Frank Jefkins, 1997:248)

3.    Ilustrasi
       Ilustrasi dalam karya desain komunikasi visual dibagi menjadi dua, yaitu ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi (Wirya, 1999:32).

4.      Simbolisme
            Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebihh kompleks dari simbol adalah logo. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan citra, tujuan, jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya. Banyak iklan memiliki elemen-elemen grafis yang tidak hanya terdapat ilustrasi, tetapi juga terdapat muatan grafis yang penting seperti logo perusahaan atau logo merek, simbol perusahaan, atau ilustrasi produk (Farbey, 1997:91).

5.    Warna
Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan memiliki karakter yang unik, karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.warna adalah salah satu dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal (Danger, 1992:51).
S
6.  Suara
Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi. Dalam multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua, yaitu suara utama dan suara pendukung. Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung, sedang suara pendukung merupakan suara yang terdapat pada tombol-tombol



Referensi Pustaka
Ni Nyoman Sri Witari, Drs. I Gusti Nyoman Widnyana. 2014. Desain komunikasi Visual. Yokyakarta: Graha Ilmu.



Sabtu, 10 Juni 2017

Kekurangan dari Jualan Online

Kekurangan dari Jualan Online
  1. Teknik marketing yang agak sulit apabila tidak memahami
Meskipn terlihat mudah, namun tetap saja berjualan online membutuhkan bakat dan juga trik khusus dalam aplikasinya. Misalnya saja adalah bagaimana kita mempromosikan toko online kita, baik di media sosial maupun situs e-commerce. Teknik marketing dan penjualan ini bisa dipelajari, namun terkadang cukup sulit untuk dipahami, dan tidak bisa dilakukan secara instan.
  1. Butuh kemauan keras dan ketekunan
Bagi anda yang memiliki semangat juang dan juga ketekunan, serta kemauan yang rendah, ada baiknya anda jangan mencoba berjualan online. meskipun terlhat mudah dalam mengaplikasikannya, namun apabila anda tidak memiliki semangt tingi dalam membangun bisnis toko online, maka bisnis toko online anda tidak akan berjalan dengan mulus.
  1. Sabar dalam menghadapi pelanggan
Kesabaran dalam menghadapi pelanggan juga harus bisa kita latih sebagai penjual toko online. banyak pelanggan yang cerewet dan juga banyak bertanya dan juga banyak melakukan complain, sehingga sangat mengganggu kenyamanan kita sebagai seller.
  1. Rawan akan penipuan
Penipuan merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada sistem jual bel online, baik menggunakan mesia sosial maupun e-commerce.

Sumber: 

Kelebihan Berjualan Online

Kelebihan Berjualan Online
  1. Tidak perlu mengelurkan biaya lebih untuk menyewa toko secara fisik
Kelebihan jualan online yang pertama adalah anda tidak perlu repot-repot memiliki sebuah toko ataupun menyewa toko secara fisik. Ya, toko online anda bisa menggunakan berbagai macam platform dan media yang tersedia di dalam dunia internet. Karena itu, saat ini banyak sekali user yang berjualan online, karena kelebihan dari jualan online yang satu ini, yaitu tidak perlu membayar biaya tambahan untuk menyewa ataupun membeli sebuah toko yang ada secara fisik, yang pasti harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan hanya mengembangkan sebuah toko di dunia maya.
  1. Tidak perlu membayar pajak penjualan ataupun pajak penghasilan dari berjualan online
Saat ini, regulasi mengenai penjualan online masih dibatasi hanya dengan UU ITE saja. Belum ada regulasi mengenai sistem perdagangan yang dilakukan secara online. begitu pula mengenai sistem pembayaran pajak. Karena itu, bagi anda yang merupakan pemain besar alias retail, membuat toko offline merupakan salah satu keuntungan yang sangat penting, karena dari egi pajak, anda tiadk perlu menyetorkan pajak penghasilan anda dari hasil berjualan di toko online tersebut.
  1. Dapat menekan harga, sehingga membuat harga jual menjadi lebih murah
Keuntungan dan juga kelebihan jualan online berikutnya adalah user alias penjual toko online mampu menekan harga, sehingga harga jual sebuah barang di pasaran bisa menjadi lebih kompetitif. Anda bisa menggunakan insting anda dalam berjualan, agar harga dari barang yang anda jual bisa ditekan semaksimal mungkin, namun tetap memberikan keuntungan bagi anda selaku pemilik toko online.
  1. Omzet yang tinggi
Omzet dari penjualan menggunakan pemanfaatan dari toko online juga tergolong tinggi. toko online yang sudah memilik target pasar yang jelas, serta sudah berkembgan, bisa memiliki omzet yang sangat besar, sehingga hal ini akan menyebabkan banyak sekali orang tergiru akan kesuksesan berjualan dengan menggunakan sistem toko online, ataaupun e-commerce. Anda bisa memperoleh omzet 2 hingga 3 kali lipat apabila anda membuka toko online, dibandingkan dengan ketika anda hanya membuka sebuah toko fisik saja yang hanya mengandalkan sistem offline.
Sponsors Link

  1. Cakupan wilayah yang sangat luas
Nah, ini merupakan kelebihan yang sangat hebat, yang bisa kita temui dari berjualan menggunakan toko online. ya, cakupan wilayah yang bisa digapai oleh penjual yang meggunakan sistem toko online sangatlah luas. Tidak hanya cakupan wilayah dalam kota saja, bahkan luar kota, luar pulau dan juga luar Negara pun bisa dicapai. Jadi apabila kita lihat dari segi penjualan, target marketing dan juga target pasar dari produk yang kita jual sangat beraqgam dan juga tentunya sangat luas cakupan wilayahnya.
  1. Gratis
Tentu saja, toko online adalah salah satu bentuk sistem jual beli yang gratis. Meskipun anda juga bisa mengembangkan sendiri toko online secara independen dengan membayar sejumlah dana untuk mengembangkan bisnis dan juga sistem tersebut. Namun, apabila kita berbicara mengenai sistem jual beli toko online di situs e-commerce dan media sosial, maka anda tidak perlu membayar sepeser pun untuk mempromosikan iklan anda di media sosial. Anda bebas membuat banyak username dan juga prduk jualan anda di media sosial ataupun di situs e-commerce.
  1. Tidak perlu membutuhkan banyak modal yang besar dan memberatkan
Modal? Modal yang harus anda miliki hanyalah dua, ketekunan dan juga stok barang saja. Bahkan anda bisa juga berjualan online dengan sistem dropship, yang membuat anda bisa berjualan online tanpa harus melakukan stocking pada barang jualan anda. menarik bukan? Tidak perlu repot dalam mengatur modal, apalagi modal untuk menyewa toko dan juga membangun sebuah toko.
  1. Mudah dalam mengaplikasikan
Aplikasi untuk berjualan online pun sangat mudah. Anda bisa menggunakan smartphone anda dengan mudah. Sudah banyaks ekali smartphone yang mendukung situs – situs jual beli online, e-commerce, dan juga mendukung penggunaan web browser. Anda bisa melakukan itu semua hanya dengan sekali sentuh pada layar smartphone anda, dan keuntungan serta penjualan akan masuk ke dalam rekening anda.
  1. Bisa dilakukan dalam waktu luang dan senggang, sehingga bisa tetap focus pada pendidkan ataupun pekerjaan lain secara real (bukan online)
Enaknya lagi, yang merupakan kelebihan dari jualan online adalah segi waktu yng dibutuhkan. Anda dapat berjualan online di waktu senggang, hal ini karena anda hanya perlu mengecek handphone anda saja untuk melihat pesanan, lalu anda bisa melakukan packing pengiriman barang pada sore hari. Siang harinya, anda bisa bekerja di kantor, kuliah, dan melakukan kegiatan normal anda sehari – hari. Bagi ibu rumah tangga, berjualan online juga merupakan salah satu cara yang tepat untuk menghasilkan tambahan uang dan juga mengisi waktu luang ketika bosan berada di rumah.

Sumber: http://dosenit.com/jaringan-komputer/internet/kelebihan-dan-kekurangan-jualan-online

Alur Penjualan Online

4 ALUR TERJADINYA PENJUALAN SECARA ONLINE

Degan melewati 4 alur ini, maka penjualan Anda akan meledak, akan melejit, akan naik dengan pesat bagaikan roket.

Berikut ini 4 alur terjadinya penjualan :
  1. Mendatangkan pengunjung berkualitas
  2. Merubah pengunjung berkualitas menjadi prospek
  3. Merubah prospek menjadi pelanggan yang puas
  4. Membuat pelanggan yang puas untuk membeli kembali berulang kali atau mereferensikan kepada yang lain.
Sumber:http://idmarketer.blogspot.co.id/2013/09/4-alur-terjadinya-penjualan-secara-online.html
IBX5A7C4817A5BA6